The Iwany Acoustics Research Group (iARG)

The Iwany Acoustics Research Group (iARG)

Iwan Yahya on Acoustics & Applied Physics Innovations and Entrepreneur Academia

The Iwany Acoustics Research Group (iARG) RSS Feed
 
 
 
 

iARG New Facility and Service – Diffuser Design and Simulation

Dear Student and Partners,

Kindly informed that now we have a new facility for design and simulation of sound diffuser. The AFMG Reflex Standard already available in our laboratory. It means that from now on iARG could serving research students and also industrial partners for sound diffuser research and development purposes. Should you have any question about this services please do not hesitate to get in touch.

The more detailed information about AFMG Reflex available at http://www.afmg.eu/index.php/company.html

Best regards.

 

Hal Kecil [nan] Membesarkan Hati [hari ini]

Terima kasih Ya Rabb Nan Maha Cerdas, saya [sebagaimana setiap bilangan masa yang telah terlampaui sebelumnya] sangat merasa terberkati karena Rasa SayangMu. Bulir-bulir pengetahuan yang Kau sematkan di setiap sel nalarku; memekarkankan bunganya yang lain hari ini. Alhamdulillah, sungguh hari ini sangat menyenangkan. Eksperimen kecil saya memberi penguatan [pembuktian] atas prediksi teoretik saya tentang cara efektif melakukan optimasi pada elemen Quadratic Residue Diffuser. [Secara personal dan akademik] Pencapaian hari ini adalah langkah penting nan merupakan bagian kecil dari proses berimpian yang sedang berjalan di iARG. Bahwa sangat mungkin untuk menemukan cara lain yang justru sangat efektif untuk mendapatkan rancang bangun optimized diffuser. Karena RidhaMu, Kau mudahkan jalan bagi saya untuk mendapatkan pembuktian hari ini.

Lagi, Terima Kasih Duhai Cinta Nan Menggenggam Qolbu, sesungguhnya Kau Maha Tahu segenap hasrat, penegetahuan, dan ketidaktahuanku atas ikhtiar yang sedang berjalan; maka permudahkanlah dengan RidhaMu agar SuluhMu senantiasa membimbing ke setiap singkapan berikutnya. Dalam kesederhanaan kemampuan bernalarku, dengan cinta yang tulus – tanpa gegap gempita – sungguh saya ingin menyematkan keindahaan hari ini dalam sampul surat cinta kepada Rumah Besar kami, almamater saya. Karena saya tahu, hari ini demikian banyak gegap gempita nan kadang saya tak cakap menangkap maknanya.

 

Sebelas Maret Setahun Silam…

Scientific American edisi terbaru memilih fokus bahasan tentang musibah luar biasa di Fukushima 11 Maret 2011 silam. Link-nya saya sajikan di bawah ini.

http://www.scientificamerican.com/report.cfm?id=japan-earthquake-tsunami-fukushima-meltdowns

Sejalan dengan content di Scientific American, sajian di National Geographic TV beberapa hari ini menyajikan pembelajaran yang luar biasa tentang harkat sebuah Bangsa Besar berintegritas tinggi. Tentu, saya percaya kita dapat belajar banyak hal dari peristiwa itu. Ada relasi kearifan pemahaman pada ritme alam sebagai Kuasa Tuhan dengan ikhtiar pengembangan ilmu pengetahuan dengan integritas tinggi sebagai wujud Pengakuan atas Anugrah Tuhan. Gempa bumi, tsunami, dan energi nuklir merupakan simpul dari isyarat kuasa yang luar biasa. Seluruh dunia mengingat, mengambil hikmah, dan membuat perubahan: keselamatan nuklir yang lebih andal.

Hari ini, 11 Maret 2012, di hari ulang tahun universitas ini, seperti biasa akan lebih banyak puja-puji. Semoga Allah Rabb Yang Maha Agung ridha untuk menjadikan setiap civitas akademika UNS pandai mengambil hikmah. Dengan begitu semoga setiap dari kita terberkati dalam keselamatan karena di setiap dari kita ada takaran keberhasilan pencapaian karena [kita senantiasa] mengingat, mengambil hikmah dan membuat perubahan [dari status di hari yang sama setahun yang silam].

Salam Kecintaan UNS.

Acoustics Study Club @ iARG

[update 19 Maret 2012]

Dear Student,

Untuk kepentingan pengelolaan kegiatan ASC@iARG, maka tentu diperlukan sejumlah orang yang bersedia mengambil ‘peran peengelolaan kegiatan dan layanan’ agar tujuan ASC@iARG dapat tercapai. Berkait dengan hal itu, saya berterima kasih kepada tiga rekan Anda, Nining, Ida, dan Erna yang berturut-turut bersedia mengambil peran sebagai Koordinator, Sekretaris, dan Bendahara ASC@iARG.

Tentu ada yang bertanya mengapa ada Bendahara segala? Dapat saya katakan, maksudnya adalah dalam perspektif antisipasi semata karena saya percaya bahwa dengan semangat yang baik, tentu di masa depan kita akan dapat berkreasi dan mengembangkan aktivitas yang membutuhkan peran seorang Bendahara. Adapun menyangkut biaya [untuk pembelian bahan dan tools] bagi kegiatan terfokus ASC@iARG saat ini yang meliputi pengembangan peredam, diffuser, dan exhaust muffler akan menjadi tanggungan pribadi saya.

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam.

—————————————————————————————————————

[previous post on March 8, 2012] Dear Student,

Sebagai bagian dari riset dan skema pengembangan strategis jangka panjang, saya mengajak Anda yang berminat pada kajian Fisika Akustik maupun aspek enginnering-nya untuk bergabung dengan Acoustics Study Club [ASC-iARG]. Di kelompok ini diharapkan dapat terjadi interaksi dan diskusi [bahkan termasuk desiminasi] tentang persoalan dan inovasi akustik terapan.

Tema terpilih yang akan menjadi fokus kajian tahun ini [sesuai dengan fokus riset iARG] adalah: Sound Absorbers, Diffusers, dan Exhaust Muffler. Jika Anda memiliki ketertarikan dan atau minat serius terhadap persoalan berkait dengan ketiga subyek tersebut silahkan bergabung. Kajian akan mencakup aspek perancangan teoretik, simulasi, pengukuran, hingga bentuk terapannya.

Sebagai gambaran, untuk kepentingan simulasi diffuser kita dapat menggunakan tool dari AFMG; WinFLAG untuk sound absorber; serta mengenal ADEM maupun SIDLAB untuk simulasi muffler. ADEM dikembangkan oleh Professor Erkan Dokumaci, sementara SIDLAB adalah produk dari Spectronics. Saya sajikan link-nya di blog ini. Sekedar informasi, iARG telah mengagendakan untuk membeli software dari AFMG untuk kepentingan simulasi diffuser pada semester ini. Ada pun SIDLAB atau ADEM telah masuk sebagai bagian dari perencanaan pembelian dalam skema riset iARG berikutnya.

Untuk kepentingan pengujian, kita memiliki fasilitas sangat memadai untuk setiap aspek kajian dari subyek diskusi tersebut di atas. Dengan cara ini, saya berharap bahwa proses pencerahan yang kita lakukan di Jurusan Fisika selama ini dapat terwujud dalam bentuk yang nyata meski mungkin itu hanya berupa inovasi [yang diawali dari mimpi] sangat sederhana.

Diskusi [tatap muka] dilaksanakan setiap pekan sesuai agenda perkuliahan Fisika Akustik. Di luar itu, tentu kita dapat berdiskusi melalui blog ini. Beragam macam bahan bacaan yang berkait topik kajian tersedia di iARG.

Silahkan feel free to join the club. Salam.

 

 

Link untuk Free Access Journal

Dear Sahabat,

[Frankly speaking, saya sering merasa sangat terganggu karena tak jarang ] Hari gini masih ada di antara kita yang merasa susah mendapatkan akses ke jurnal internasional. Sedih sekali. [Saya sebenarnya ingin bilang Jangan] Bikin malu [UNS] ah..! Ayo, mari kita berterima kasih kepada mereka yang telah membuat dunia ini berada di ujung jari berkat teknologi internet. Tentu mari [sangat berterima kasih] kepada mereka yang telah menghasilkan karya sehingga kita semua dapat mengambil pencerahan kemudian tergerak menciptakan pencapaian signifikan sebaik kemampuan terbaik kita [Amin Ya Rabb].

Sesungguhnya terdapat banyak pilihan cara untuk mendapatkan artikel dari jurnal internasional. Cara paling mudah tentu dengan melakukan pencarian di Google Scholar atau di ditus lain misalnya Directory of Open Access Journal (DOAJ). Disamping itu terdapat banyak institusi yang menyajikan akses pada publikasi mereka secara gratis. Hindawi Publishing misalnya, menerbitkan ratusan jurnal yang semua artikelnya dapat diunduh dengan bebas. Begitu pula dengan Research India Publications (RIP) yang mengelola puluhan jurnal berbagai bidang ilmu. Hal yang sama berlaku pula untuk J-STAGE maupun JSTOR. Adapula Highwire dari Universitas Stanford serta InTech. Link ke semua laman web tersebut saya sediakan di kolom sebelah kiri blog ini. Pilihan cara lain yang sering saya gunakan untuk menemukan sumber bacaan saya adalah CiteSeerX. Linknya juga saya sediakan di blog ini.

Saya tidak memungkiri terkadang artikel yang kita butuhkan itu tidak gratis. Untuk mengatasi hal ini, pertama, mintalah bantuan kolega yang institusinya memiliki akses ke jurnal dimana artikel itu diterbitkan. Jika cara pertama ini tidak berhasil [dan sekiranya jurnal tersebut merupakan kategori bacaan utama yang menunjang aktivitas riset dan layanan mengajar] maka saya sangat menyarankan cara kedua yang paling elegan yakni berlanggananlah! Berdasarkan pengalaman pribadi saya, berlangganan jurnal itu [relatif] murah sekali dalam perspektif pengembangan karir sebagai dosen. Sekedar menyemangati saja, saya menjadi member di dua asosiasi internasional dan berlangganan dua jurnal internasional, biayanya tidak menghabiskan ‘jatah’ uang makan bulanan! Dengan cara itu saya merasa sangat terbantukan untuk ‘mengawal’ aktivitas riset saya agar tidak tertinggal dari state of the art.

Selain dua cara tersebut, masih ada pilihan cara untuk mendapatkan jurnal yang kita butuhkan. Surati penulisnya, katakan dengan santun [tanpa merendahkan diri sendiri] bahwa publikasinya merupakan acuan sangat bernilai untuk aktivitas riset Anda yang sedang berjalan, karena itu – jika si penulis berkenan – Anda berharap dapat diberi free copy-nya. Dalam banyak kesempatan – dulu sebelum berlangganan – saya menempuh cara itu dan berhasil.

Saya percaya bahwa sejatinya terdapat sangat banyak cara untuk [kita semua] mendapatkan bacaan yang kita butuhkan. Persoalan yang sering muncul adalah bahwa terkadang banyak dari kita yang masih ‘mengabaikan’ pilihan solusi sederhana sebagaimana yang saya kemukakan di atas.

Selamat bekerja cerdas, semoga selalu sehat dan semangat untuk dengan kehebatan cinta terjaga menjadi yang terdepan sebaik [potensi dan hikmah] yang Sang Maha Cinta telah sematkan dalam diri kita masing-masing.

Salam Kecintaan UNS.

 

Kuliah Gelombang [Smt Februari - Juli 2012]

Dear Student,

Sesuai kalender akademik yang diterbitkan FMIPA, maka perkuliahan Gelombang terjadwal mulai pada tanggal 13 Februari 2012. Berkait dengan hal tersebut, maka sebagaimana yang telah berjalan dalam perkuliahan yang sama di semester sebelumnya, diharapkan kerjasama mahasiswa untuk beberapa hal sebagai berikut;

1. Buku teks utama yang digunakan adalah H.J. Pain. Link untuk mendapatkan bentuk pdf dari buku tersebut adalah: http://ebookee.org/go/?u=http://depositfiles.com/files/4ryuyyqx7

2. Sejumlah buku penunjang tersedia di iARG, mahasiswa yang berminat dapat datang ke kantor saya.

3. Tugas perkuliahan akan mencakup beberapa aspek; Uji Kompetensi sebagaimana yang diberlakukan oleh universitas, blog posting, dan proyek mandiri. Ujian akan dilaksanakan dengan tanpa pemberitahuan dengan kata lain every day is test day.

Salam.

Respon untuk Pertanyaan Dewi Aysiah by mail tanggal 26 Februari 2012: 20.40 PM

 

selamat malam pak iwan, saya Dewi aysiah (M0210017)
saya mau tanya terkait konsep ayunan pada Pendulum Clock, dalam konsepnya pendulum clock ini memiliki gaya pembalik dengan konsep seperti pendulum biasa, untuk menggerakkan suatu pendulu itu memerlukan gaya awal yang diberikan pada bandul jam tersebut, nah yang jadi pertanyaan saya adalah gaya awal yang terdapat pada Pendulum Clock ini berasal dari mana ya pak?apakah berasal dai mesin atau berasal dari luar, mohon jawabannya ya pak, kalau bisa saya minta link yang sesuai dengan konsep ini, karena saya sudah mencari tapi belum menemukan hasil yang sesuai pak, 
terimakasih pak iwan.
————————————————-
Dear Aysiah dan semuanya.
Saya sajikan artikel yang ditulis oleh Mark Denny dalam European Journal of Physics 23 (2002) pp 449-458 berjudul The Pendulum Clock: a venerable mechanical system. Link-nya adalah  http://iopscience.iop.org/0143-0807/23/4/309
 Klik disini untuk mendapatkan file pdf-nya. Artikel lain ada disini: http://www.jstor.org/pss/3067433 Full text dalam bentuk pdf saya sediakan disini.

SYSN Factor dan Reborn UNS: Sebuah Perspektif

Perubahan penting – setidaknya saya memandangnya demikian – terjadi dalam jejaring system manajemen Rumah Besar kita pada penghujung tahun ini. Professor Yunus dan Professor Nurkamto berturut-turut mendapat amanah untuk menciptakan breakthrough di Sekolah Pascasarjana dan LPP. Kenapa saya menyebutnya penting, karena dalam perspektif saya, Sekolah Pascasarjana dan LPP adalah dua simpul utama dalam Sistem Inovasi besar UNS.

Jika berbincang indikator kinerja utama universitas, maka Sekolah Pascasarjana bersama LPPM merupakan jangkar dari Kapal Besar dalam akrivitas conduct of science untuk menggapai science and technology outcomes dari aktivitas tridharma produktif dan terpadu yang [harus] dibangun UNS.

Usia dua belas tahun Sekolah Pascasarjana serta tuntutan kegemilangan dalam sumbangan terhadap publikasi internasional tentu merupakan salah satu tantangan tak mudah bagi Professor Yunus. Tentu saja menjadi tidak fair jika persoalan ini semata kemudian dikategorikan sebagai tantangan personal  Direktur baru. Masalah di Sekolah Pascasarjana harus dilihat sebagai persoalan universitas. Meski memang benar bahwa menggeser perspektif dari pola berkreasi secara berkesendirian ke manajemen kelompok dalam grup riset memerlukan proses penyelarasan yang memakan energy besar sekali gus kemampuan kemimpinan yang kuat (strong leadership) pemimpin baru.

Di sisi lain, sejauh ini LPP telah bergerak dalam pusaran yang menguat terutama jika dikaitkan dengan domain pengembangan profesionalisme dan instrumen unjuk kinerja dosen. Tantangan terbesarnya adalah membangun ‘sebuah sistem’ yang dengannya setiap scholar merasa nyaman untuk memenuhi segenap konsekuensi dari harkat sebagai pendidik professional.

Saya memandang bahwa salah satu tantangan terbesar Professor Nurkamto berada pada penciptaan dorongan yang berkenyamanan itu. Pertimbangan yang mendasari pandangan ini sederhana saja. Jika kita berbincang konsep tridharma produktif terpadu, maka setiap scholar tentu akan bersepakat pada azas bahwa proses pembelajaran [di kelas] yang baik merupakan modal hebat untuk conducting research, dan sebaliknya riwayat riset yang baik pasti akan memperkaya proses pengajaran sekali gus dapat menyediakan modal solusi yang bermanfaat untuk persoalan publik dan atau industry.

Pada tataran inilah kemudian muncul tuntutan keselarasan dalam irama berkreasi antara LPPM, Sekolah Pascasarjana dan LPP dalam perspektif manajemen bersinergi yang dikawal Pembantu Rektor I.  Pencapaian indikator kinerja utama Universitas Sebelas Maret suka tidak suka jelas menuntut migrasi total dalam cara kita berkreasi. Riwayat berprestasi kita sangat jelas menggambarkan pola sistem Pareto. Indeks terukur selama ini sejatinya merupakan sumbangan tidak lebih dari dua puluh persen scholar yang telah memiliki pusaran berkreasi yang dapat dikata mulai established.

Selebihnya dari delapan puluh persennya, sebanyak sekitar dua puluhan persen dapat dikata ‘tertidur’ dalam waktu yang lama dan enam puluh persen sisanya bergerak dalam riak yang relatif kecil namun sangat berpotensi untuk ditumbuhkan.

Saya memandang bahwa kejayaan akan terbangun jika kita semua berselaras membalikkan fakta itu, berubah dari Pareto kepada Long Tail Innovation Perspectives. Nilai-nilai dasar dalam semboyan Mangesti Luhur Ambangun Nagoro yang kemudian kini disandingkan dengan akronim UNS Active – jika memang Active ini merupakan ‘warna darah’ yang kita pilih dan pahami bersama – harus menjadi pendorong untuk munculnya sebuah ‘Parameter Emosional’ yang menjadi spirit berkaya sekali gus ikon branding kita sebagai sebuah institusi berkecerdasan.

Dari sinilah saya kemudian mendefinisikan SYSN Factor dalam Sistem Inovasi UNS. Faktor ini memuat empat simpul penting dalam jejaring manajemen Rumah Besar kita. Keempatnya meliputi Pembantu Rektor I, Sekolah Pascasarjana, LPPM dan LPP. Dalam perspektif saya, semoga SYSN Factor ini menjadi sebenar-benarnya berkah Tuhan, kebenaran yang bukan kebetulan. Saya mengenal [bahkan secara pribadi] keempatnya sebagai sosok dengan integritas akademik dan kepribadian yang terpercaya. Oleh karena itu maka – bagi saya – kearifan dan visi kepemimpinan Rektor sebagai pemimpin utama menjadi ‘condition’ bagi munculnya pusaran baru dalam cara kita berkreasi.

Ruang berpusar yang bebas bagi SYSN Factor akan menyajikan padang tanpa sempadan bagi munculnya pusaran-pusaran baru aktivitas berkreasi kita. Saya percaya bahwa dengan keselarasan yang terjaga kita bisa mengubah riak enampuluh persen scholar kita sebagaimana yang telah disinggung di depan menjadi sebaran kekuatan baru. Pun dua puluh persen yang dulunya tertidur bertransformasi menjadi benih yang berkekuatan untuk tumbuh. Inilah esensi dari Long Tail Innovation Perspective, dimana setiap scholar bertransformasi sebagai penyumbang aktif secara selaras sesuai dengan tingkat energy mereka masing-masing. Peran kelanjutan dari system inovasi kemudian adalah menjaga dinamika agar setiap entitas dapat tereksitasi ke tingkat energy berprestasi yang lebih tinggi sesuai pusaran masa.

Itulah yang saya sebut – sebagaimana yang telah saya ungkapkan lebih setahun silam – sebagai Reborn UNS. Sebuah proses kelahiran kembali untuk merajut kejayaan melalui migrasi perspektif dengan menyertakan pertimbangan aspek-aspek Emotional Branding dan kesadaran akan fakta demografis cakupan aktivitas dan layanan kita. Reborn UNS itu mengandung pengertian Warna Indonesia dalam Balutan Kualitas Berkelas Dunia. Yang demikian itu adalah Cinta yang terukir dalam warna darah; mengalirkan isyarat dalam setiap simpul syaraf.

What do you think?

 

Untuk Bidadari: Tentang Senja di Ladang Besar

[Merasa melihatmu melayang dalam orbit tak teridentifikasi; rasa sayangku tersayat. Maka aku mendatangi Ladang Besar Ayala untuk meraih kembali keseimbangan energiku. Kisahnya kini kubagi untukmu. Ini semua tentang Ferdinan, pria baik hati; aku berharap kebahagiaannya tak semu melainkan sempurna. Yang demikian itu mengingatkanku kepada saat pertama aku menyaksikan kemilau mutiara dalam cawan ruby: Sempurna].

Ferdinan Romiero Ayala adalah generasi kelima dinasti Ayala yang merupakan raja perkebunan tebu dan ladang gandum di negaranya. Seperti biasa, Ferdinan atau lazim dipanggil Tuan Ayala Yunior selalu menikmati senja dengan minum teh di balkon rumah besarnya. Pada momen seperti itu ia selalu ditemani istri dan beberapa pegawai setianya. Tak sedikit dari para pegawai Ferdinan memiliki hubungan kekerabatan. Ini mudah dimengerti sebab orang tua bahkan kakek nenek para pegawai itu telah membangun kehidupan dengan mengabdi kepada dinasti Ayala. Ayahnya Ayala Sr sudah mundur dari pengelolaan bisnis dan memilih tinggal di pulau pribadi di kawasan Karibia.

Sore itu Ferdinan memamerkan sebuah senapan berburu yang besar dengan laras panjang dari merek sangat terkenal disertai alat bidik laser. Dengan bangga ia menceritakan bahwa senapan mahal itu merupakan jenis senjata berburu terbaik yang dapat membunuh babi bahkan gajah sekalipun dengan hanya satu tembakan. Konon senjata itu ia dapatkan sebagai buah tangan dari anaknya yang pulang dari negeri seberang. Dengan senjata besar itu Ferdinan dapat membidik sasaran yang sangat jauh tanpa perlu risau tembakannya akan meleset. Para pegawainya memberi banyak pujian. Sungguh sebuah senjata yang hebat.

Di tengah-tengah puja-puji kehebatan senjata berburu itu, Manuel si Penjaga datang mengahadap. Ia menaiki anak tangga secara terburu-buru dengan nafas terengah- engah. Melihat kejadian itu, Ferdinan yang bijaksana menyuruhnya duduk dan menawarkan secangkir teh wangi. Si Penjaga meminumnya dengan santun. Sejenak kemudian ia berkata, “mohon maaf Tuan, nyonya…., Sektor Empat diserang sekawanan besar babi. Tanaman gandum sebagian rusak…., mohon maaf…., jika berkenan Tuan bisa meneropongnya dari tempat ini…” Manuel menatap tuannya itu sembari tangannya menunjuk kepada senapan besar milik Ferdinan.

Ferdinan berdiri dengan wajah memerah. “Babi-babi sialan….”, gumamnya geram. Ia kemudian bangkit meraih senapan berburu kebanggaanya. Senjata itu diarahkan ke titik Sektor Empat sebagaimana dimaksud oleh Manuel si Penjaga. Dengan teropong canggih pada senapan itu Ferdinan dapat melihat kerusakan yang timbul. Bahkan beberapa ekor babi hutan masih ada disana. Spot warna merah dari berkas laser di senjatanya jelas mengarah tepat mengenai kepala babi terbesar. Kembali ia bergumam, “..hhhhh….babi…! Sial…., babi busuk sialan..!”

“Kau melihatnya sayang…? Kau bisa menembaknya dengan senapan itu. Dagingnya dapat dimakan Manuel dan keluarga para pekerja….” timpal istrinya dengan lembut.

“Benar tuan,….Nyonya benar sekali…” imbuh Manuel pelan.

Ferdinan menoleh serentak, menarik nafas panjang, “Aku tak mau suara senapan ini mengagetkan Ramirez,” uncapnya sambil meletakkan senapannya kembali ke atas meja. Ia kemudian terduduk dalam diam. Ruangan hening seketika.

Melihat kejadian itu, dengan tanpa komando Manuel membungkukkan badan memberi hormat lalu bergegas pergi. Ia memacu gerobaknya dengan kencang kembali ke Sektor Empat. Di pundaknya masih terselimpang senapan kaliber 4,5mm yakni jenis senjata yang biasa digunakan untuk berburu burung oleh para pekerja. Suasana balkon bertambah senyap. Satu per satu orang dekat dan pegawai Ferdinan pamit pergi; menyisakan sang Tuan dan istrinya beserta senapan berburu yang hebat milik mereka.

Perlahan hari beringsut ke malam. Ferdinan dan istri cantiknya menuju peraduan. Para pekerja kembali ke bilik-bilik peristirahatan. Melewatkan malam hingga fajar mengajak kembali kepada ritual keseharian. Di bilik peraduan Ferdinan duduk termenung di kursi panjang. Ia tak bisa terpejam. “Babi…, selalu saja babi…, babi busuk sialan…!” gumamnya dalam hati. Istrinya yang bijaksana bangkit dari tempat tidur, tersenyum, lalu menuju bar kecil di pojok ruangan. Dituangkannya sedikit minuman tequila dan disodorkan dengan lembut kepada suaminya. “Minumlah sedikit…, ini baik bagimu.” Ucapnya setengah berbisik.

Waktu serasa berhenti saat keduanya larut dalam dialog tanpa kata. Mencoba saling mengerti sisi pikiran masing-masing-masing. Dalam hening istrinya berbisik, “Kau tahu, aku sangat mengenalmu sebagai laki-laki yang baik. Dan senjatamu itu…., kau tahu maksudku…kau bisa menggunakannya sayang..”   Ferdinan tak menjawab. Tangannya membelai bahu istrinya. Perkebunan larut dalam ritual sunyi. Hembusan angin menyajikan irama keterasingan dari gesekan dedaunan di batang tebu. Sebelum tidur Ferdinan berdoa agar Tuhan memberkatinya dengan keuntungan dan kekuatan.

Di bagian lain di ujung Sektor Empat Manuel dan beberapa pekerja masih terjaga dalam resah. Sesekali mereka menggoyang boneka kayu yang diberi bunyi-bunyian untuk menakut-nakuti kawanan babi. Namun sepertinya babi-babi itu kian hari kian cerdas dan tak mudah ditipu. Mereka terus saja merusak lahan tebu dan gandum dengan tanpa rasa takut. Sepertinya mereka mengetahui bahwa para pekerja enggan berpatroli di larut malam sebab kobra dan semacamnya teramat banyak di kawasan perkebunan itu.

Esoknya mentari bersinar keemasan. Pagi yang sangat cerah. Suasana perkebunan dan ladang gandum kembali kepada keceriaan semula. Ferdinan masih tetap Tuan penerus dinasti Ayala. Manuel tidak pernah berhenti melapor, selalu tergopoh-gopoh. Babi hutan tak henti membuat kerusakan.

Pagi itu Ferdinan memilih melakukan sarapan pagi di dalam kamar. Pelayan menyajikan makanan di atas meja lonjong di dekat jendela. Sambil menikmati sarapan Ferdian dapat merasakan hembusan angin yang sejuk menerpa wajahnya. Aroma khas bunga tebu menyajikan makna keuntungan di benaknya. Keuntungan manis dari penguasaan pasar setiap tahun. Ia amat menyukai itu. Di sisi lain di atas meja panjang di dalam kamar Ferdianan terpajang senapan berburu laras panjang miliknya, lengkap dengan pembidik laser dan alat peredam.

Menjelang siang ia memulai aktivitas di ruang kerjanya yang luas. Di sana telah menunggu Nona Sanchez sekretarisnya. Sambil membuka lembar demi lembar halaman surat kabar, Ferdinan memberi isyarat agar perempuan paruh baya itu memberikan laporan dan agenda kegiatan yang harus dilakukan hari itu.

Dari tempat duduknya, Nona Sanchez mulai menyebutkan agenda penting secara detil. Sesekali Ferdinan mengangguk. Di akhir laporannya Nona Sanchez menyodorkan amplop besar berwarna kuning.

“Ini dari kantor gubernur…, dibawa kurir pagi ini Tuan…, penganugerahan bintang jasa untuk Tuan akan dilaksanakan minggu depan..”   Ferdinan tersenyum lebar, “terima kasih Nona Sanchez. Katakan kepada Ramirez bahwa ia tak perlu menyertaiku kali ini..” ucapnya kepada sang sekretaris.

“Satu lagi Tuan,…Maurinho putra Tuan Almeida akan kembali pekan ini. Sekarang ia sudah menjadi insinyur Tuan…”

“Baik nona Sanchez, kirim pesan untuk Almeida, katakan bahwa aku ikut senang…, dia sangat beruntung memiliki putra yang cerdas…”  Sanchez mengangguk lalu kembali ke ruang kerjanya. Ferdinan kemudian larut dengan kesibukkannya. Memeriksa beberapa catatan dan hal-hal rutin yang lain. Entah kenapa, ia seperti dihinggapi dua perasaan yang bertolak belakang setelah menerima laporan Nona Sanchez.  Ia merasa dihinggapi kebanggaan luar biasa dengan kabar anugerah bintang jasa untuknya. Bagaimana pun juga itu akan mengangkat status sosialnya menjadi setara dengan Mayor Jenderal Gustav Ortega sahabatnya di angkatan bersenjata. Status itu teramat berarti karena akan memberi dampak penting bagi kelangsungan bisnis dan nama keluarga besarnya.

Di sisi lain, ia merasa sedikit memiliki beban dengan kepulangan Maurinho. Ia sangat mengenal anak bungsu keluarga Almeida itu. Selain cerdas, Maurinho juga merupakan tipe anak muda yang bersemangat dan berpikiran maju. Tentu itu sangat baik bagi perusahaan. Lebih jauh lagi, ayahnya, Almeida adalah kepala mandor yang setia sekaligus sahabat karibnya sejak kecil. Persoalannya, ia merasa belum memiliki rencana apa pun untuk diberikan kepada Maurinho.

Demikian dua hal itu senantiasa mengisi ruang pikirnya setiap hari hingga saat penganugerahan bintang jasa yang dinanti itu datang. Ferdinan datang disertai oleh istrinya dengan perasaan yang sangat berbunga-bunga. Saat ramah tamah berlangsung, tanpa diduga ia bertemua Gustav Ortega sang jendral sahabat karibnya itu. Mereka segera larut dalam cengkrama. Mereka saling bertukar cerita sambil sesekali tertawa terbahak-bahak. Hari ini terasa sangat istimewa.

Keesokan harinya Ferdinan kembali ke rumah besarnya di perkebunan keluarga Ayala. Sambil memandang jauh ke luasnya lahan tebu, ia teringat kembali kepada penggalan ucapan sahabatnya Sang Mayor Jendral Gustav Ortega. Bagaimana pun juga, cerita Ortega tentang bagaimana taktiknya memperlakukan para penghambat kemajuan di kesatuannya menyesaki otaknya.

“Berikan mereka mainan dan ruang mewah sebab sejatinyanya mereka itu hanya mementingkan diri sendiri…, saat mereka bicara…, dengarlah…, tapi jangan pernah gunakan pertimbangannya. Biarkan hatimu tumbuh menjadi bijaksana…, lalu dapatkan kecepatan hanya dari orang-orang muda yang setia..!” demikian kata-kata sang jendral itu sangat mengusik kesadaranya.

“Beri mereka mainan…., beri mereka mainan…, buat mereka sibuk tapi jangan dengarkan…, jangan pernah dengarkan…!”

Benaknya seketika dipenuhi bayang wajah Ramirez, Maurinho, serta beberapa orang yang mengelilinginya setiap hari,  Pada saat yang sama, di teras rumah bercat putih di seberang rumah besar Ferdinan, Ramirez Oteiro duduk di kursi goyang, bersenandung kecil sambil membelai kucing Persia kesayangannya. Konon ia dulu adalah sahabat baik Ayala Senior. Ia telah mengabdi sebagai juru hitung di keluarga Ayala bahkan sebelum Ferdinan kecil lahir. Ia orang terpercaya dalam dinasti. Dengan pengetahuan dan kepercayaan itu ia selalu punya cara untuk merasa layak terus berhitung dan berencana untuk segalanya bagi keluarga Ayala. Ia menyebut dirinya sebagai bagian sejarah.

Saat seorang pelayan melintas di depannya, ia menukas, “Renata, kemarilah…, aku memerlukan bantuanmu…”

“Maaf Tuan…., saya Fernanda…, apa yang bisa saya bantu Tuan Oteiro..?” jawab sang pelayan.  Ramirez memberi isyarat agar sang pelayan mendekat. “Pergilah ke Nona Sanchez, katakan bahwa aku dan Hugo akan ke kota besok pagi. Aku memerlukan uang untuk kaca mata dan alat pendengaran yang baru…, aku tak lagi dapat melihat kecantikan dan mendengar suara kecil Ariana…., kau dengar Renata….?”

“Tentu.., Tuan Oteiro…, saya mendengarnya…, tuan berbicara keras sekali…, lagi pula saya ini Fernanda…” jawab si pelayan sedikit kesal sambil bergegas pergi meninggalkan Ramirez.

Ramirez kembali meluruskan kaki dan merebahkan bahunya ke sandaran kursi goyang kesukaannya. Keriput di dahi, gaya rambut serta kaca mata super tebal memang benar-benar membuat ia tampak seperti warisan sejarah. Satu-satunya kesenangan yang sangat ia nikmati pada saat seperti itu adalah membelai kelembutan bulu Ariana si kucing Persia miliknya.

Saat senja menjelang, Ferdinan tiba di rumah besarnya. Malam harinya ia mengadakan pesta, berbagi kegembiraan dengan semua pegawainya. Mereka larut dalam suka cita. Malam yang sangat istimewa, banyak puja puji, banyak makanan, banyak rasa senang.Di bagian lain perkebunan kesenangan lain berjalan dengan tak kalah marak. Kawanan babi berpesta pora seolah tak ingin terlewat dalam kegembiraan sang penerus dinasti Ayala. Mereka merusak lahan gandum dan tebu dalam skala yang melampaui kejadian-kejadian sebelumnya.

Keesokan harinya Ferdinan bangun disertai perasaan terberkati dengan kepuasan. Bahkan sangat puas. Di atas meja panjang di dalam kamarnya kini ia memiliki tambahan lambang kejayaan. Bintang jasa yang berbinar terasa cocok dengan senjata berburu laras panjang dengan pembidik laser berperedam pula. Ia merasa sangat jantan setiap kali memamerkan kedua benda itu kepada setiap orang. Demikian ia mengawal perasaan itu dengan cara istimewa, menyimpan keduanya di dalam tempat pajangan yang terkunci rapat.

Di gubuk kecilnya Manuel menikmati sarapan pagi. Sambil berseloroh ia menoleh kepada istrinya, “jika saja aku memiliki senjata sehebat senjata milik Tuan Ferdinan, akan kubawakan kau babi gemuk setiap hari, kita tidak akan kekurangan daging lagi…” ucapnya lirih.

Istrinya menoleh sambil tersenyum, lalu berbisik di telinga Manuel, “Manuel sayang, pergilah bekerja dengan baik, buat Tuan Ferdinan senang karena aku sudah sangat senang dengan dirimu yang sekarang…”

Manuel tersenyum, “terima kasih Donita Arona Manuel, aku sangat mencintaimu, mari kita berdoa semoga Tuhan memberkati kebun dan ladang Tuan Ayala agar hidup kita menjadi lebih benderang dan bahagia di masa depan”  ***

Plagiarism Triangle

 

Plagiarisme merupakan ragam dari academic misconduct yang sangat memperihatinkan. Perbuatan tercela itu dapat terjadi karena ketidaksengajaan, namun juga tidak jarang karena kesengajaan. Dari benyak kasus plagiarisme yang [terjadi di tempat dan dilakukan oleh orang] terkenal, dapat dikenali bahwa pemicu plagiarisme terdiri dari tiga elemen yang berkaitan satu sama lain.

Ketiga elemen dimaksud adalah, (i). mental koruptif, (ii). ekspektasi tak wajar dan ketidakmampuan membuat value proposition, serta (iii). sistem inovasi yang tidak kokoh.  Uraian selengkapnya dapat dibaca [atau diunduh] pada link di bawah ini, yang merupakan makalah saya pada Sarasehan Program Studi Agroteknologi UPN Veteran Yogyakarta pada tanggal 21 Desember 2011.

Makalah lengkap Plagiarism dan Karya Kita_Iwan Yahya_edited.

Sebagai tambahan perspektif untuk plagiarisme, saya sajikan link ke website Indiana University Bloomington School of Education sebagai berikut:

https://www.indiana.edu/~istd/

Situs tersebut menyajikan contoh yang baik tentang plagiarisme. Juga terdapat link untuk menguji wawasan pembaca dalam bentuk test.

Salam.

 

 

 

iARG Research Projects 2012

Dear Student,

Dengan senang hati saya informasikan skema riset berjalan untuk tahun 2012 sebagai berikut,

[1] Optimized iARG_Diffusorber: cakupan riset meliputi pengembangan model teoretik dan pengujian kinerja diffusorber

[2] iGDEX Tile and Panel Series: pemodelan teoretik dan analisis kinerja akustik, termal, dan mekanik

[3] Asymmetrical Acoustic Waveguide: Transfer matrix formulation and experimental approach

Notes:  Semua topik terbuka untuk mahasiswa tingkat master dan sarjana. Semua biaya riset ditanggung iARG. Mahasiswa berminat silahkan datang ke kantor saya untuk mendapatkan gambaran yang lebih detil.

Salam.

 

Archives

Acoustics Links

NiceLink

Physics Links

Sciences & Innovation

Recent Posts

Categories

Recent Comments

 

May 2012
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Popular Posts

Recent Comments

Links

Meta