The Iwany Acoustics Research Group (iARG)

The Iwany Acoustics Research Group (iARG)

Iwan Yahya on Acoustics & Applied Physics Innovations and Entrepreneur Academia

The Iwany Acoustics Research Group (iARG) RSS Feed
 
 
 
 

SYSN Factor dan Reborn UNS: Sebuah Perspektif

Perubahan penting – setidaknya saya memandangnya demikian – terjadi dalam jejaring system manajemen Rumah Besar kita pada penghujung tahun ini. Professor Yunus dan Professor Nurkamto berturut-turut mendapat amanah untuk menciptakan breakthrough di Sekolah Pascasarjana dan LPP. Kenapa saya menyebutnya penting, karena dalam perspektif saya, Sekolah Pascasarjana dan LPP adalah dua simpul utama dalam Sistem Inovasi besar UNS.

Jika berbincang indikator kinerja utama universitas, maka Sekolah Pascasarjana bersama LPPM merupakan jangkar dari Kapal Besar dalam akrivitas conduct of science untuk menggapai science and technology outcomes dari aktivitas tridharma produktif dan terpadu yang [harus] dibangun UNS.

Usia dua belas tahun Sekolah Pascasarjana serta tuntutan kegemilangan dalam sumbangan terhadap publikasi internasional tentu merupakan salah satu tantangan tak mudah bagi Professor Yunus. Tentu saja menjadi tidak fair jika persoalan ini semata kemudian dikategorikan sebagai tantangan personal  Direktur baru. Masalah di Sekolah Pascasarjana harus dilihat sebagai persoalan universitas. Meski memang benar bahwa menggeser perspektif dari pola berkreasi secara berkesendirian ke manajemen kelompok dalam grup riset memerlukan proses penyelarasan yang memakan energy besar sekali gus kemampuan kemimpinan yang kuat (strong leadership) pemimpin baru.

Di sisi lain, sejauh ini LPP telah bergerak dalam pusaran yang menguat terutama jika dikaitkan dengan domain pengembangan profesionalisme dan instrumen unjuk kinerja dosen. Tantangan terbesarnya adalah membangun ‘sebuah sistem’ yang dengannya setiap scholar merasa nyaman untuk memenuhi segenap konsekuensi dari harkat sebagai pendidik professional.

Saya memandang bahwa salah satu tantangan terbesar Professor Nurkamto berada pada penciptaan dorongan yang berkenyamanan itu. Pertimbangan yang mendasari pandangan ini sederhana saja. Jika kita berbincang konsep tridharma produktif terpadu, maka setiap scholar tentu akan bersepakat pada azas bahwa proses pembelajaran [di kelas] yang baik merupakan modal hebat untuk conducting research, dan sebaliknya riwayat riset yang baik pasti akan memperkaya proses pengajaran sekali gus dapat menyediakan modal solusi yang bermanfaat untuk persoalan publik dan atau industry.

Pada tataran inilah kemudian muncul tuntutan keselarasan dalam irama berkreasi antara LPPM, Sekolah Pascasarjana dan LPP dalam perspektif manajemen bersinergi yang dikawal Pembantu Rektor I.  Pencapaian indikator kinerja utama Universitas Sebelas Maret suka tidak suka jelas menuntut migrasi total dalam cara kita berkreasi. Riwayat berprestasi kita sangat jelas menggambarkan pola sistem Pareto. Indeks terukur selama ini sejatinya merupakan sumbangan tidak lebih dari dua puluh persen scholar yang telah memiliki pusaran berkreasi yang dapat dikata mulai established.

Selebihnya dari delapan puluh persennya, sebanyak sekitar dua puluhan persen dapat dikata ‘tertidur’ dalam waktu yang lama dan enam puluh persen sisanya bergerak dalam riak yang relatif kecil namun sangat berpotensi untuk ditumbuhkan.

Saya memandang bahwa kejayaan akan terbangun jika kita semua berselaras membalikkan fakta itu, berubah dari Pareto kepada Long Tail Innovation Perspectives. Nilai-nilai dasar dalam semboyan Mangesti Luhur Ambangun Nagoro yang kemudian kini disandingkan dengan akronim UNS Active – jika memang Active ini merupakan ‘warna darah’ yang kita pilih dan pahami bersama – harus menjadi pendorong untuk munculnya sebuah ‘Parameter Emosional’ yang menjadi spirit berkaya sekali gus ikon branding kita sebagai sebuah institusi berkecerdasan.

Dari sinilah saya kemudian mendefinisikan SYSN Factor dalam Sistem Inovasi UNS. Faktor ini memuat empat simpul penting dalam jejaring manajemen Rumah Besar kita. Keempatnya meliputi Pembantu Rektor I, Sekolah Pascasarjana, LPPM dan LPP. Dalam perspektif saya, semoga SYSN Factor ini menjadi sebenar-benarnya berkah Tuhan, kebenaran yang bukan kebetulan. Saya mengenal [bahkan secara pribadi] keempatnya sebagai sosok dengan integritas akademik dan kepribadian yang terpercaya. Oleh karena itu maka – bagi saya – kearifan dan visi kepemimpinan Rektor sebagai pemimpin utama menjadi ‘condition’ bagi munculnya pusaran baru dalam cara kita berkreasi.

Ruang berpusar yang bebas bagi SYSN Factor akan menyajikan padang tanpa sempadan bagi munculnya pusaran-pusaran baru aktivitas berkreasi kita. Saya percaya bahwa dengan keselarasan yang terjaga kita bisa mengubah riak enampuluh persen scholar kita sebagaimana yang telah disinggung di depan menjadi sebaran kekuatan baru. Pun dua puluh persen yang dulunya tertidur bertransformasi menjadi benih yang berkekuatan untuk tumbuh. Inilah esensi dari Long Tail Innovation Perspective, dimana setiap scholar bertransformasi sebagai penyumbang aktif secara selaras sesuai dengan tingkat energy mereka masing-masing. Peran kelanjutan dari system inovasi kemudian adalah menjaga dinamika agar setiap entitas dapat tereksitasi ke tingkat energy berprestasi yang lebih tinggi sesuai pusaran masa.

Itulah yang saya sebut – sebagaimana yang telah saya ungkapkan lebih setahun silam – sebagai Reborn UNS. Sebuah proses kelahiran kembali untuk merajut kejayaan melalui migrasi perspektif dengan menyertakan pertimbangan aspek-aspek Emotional Branding dan kesadaran akan fakta demografis cakupan aktivitas dan layanan kita. Reborn UNS itu mengandung pengertian Warna Indonesia dalam Balutan Kualitas Berkelas Dunia. Yang demikian itu adalah Cinta yang terukir dalam warna darah; mengalirkan isyarat dalam setiap simpul syaraf.

What do you think?

 

Untuk Bidadari: Tentang Senja di Ladang Besar

[Merasa melihatmu melayang dalam orbit tak teridentifikasi; rasa sayangku tersayat. Maka aku mendatangi Ladang Besar Ayala untuk meraih kembali keseimbangan energiku. Kisahnya kini kubagi untukmu. Ini semua tentang Ferdinan, pria baik hati; aku berharap kebahagiaannya tak semu melainkan sempurna. Yang demikian itu mengingatkanku kepada saat pertama aku menyaksikan kemilau mutiara dalam cawan ruby: Sempurna].

Ferdinan Romiero Ayala adalah generasi kelima dinasti Ayala yang merupakan raja perkebunan tebu dan ladang gandum di negaranya. Seperti biasa, Ferdinan atau lazim dipanggil Tuan Ayala Yunior selalu menikmati senja dengan minum teh di balkon rumah besarnya. Pada momen seperti itu ia selalu ditemani istri dan beberapa pegawai setianya. Tak sedikit dari para pegawai Ferdinan memiliki hubungan kekerabatan. Ini mudah dimengerti sebab orang tua bahkan kakek nenek para pegawai itu telah membangun kehidupan dengan mengabdi kepada dinasti Ayala. Ayahnya Ayala Sr sudah mundur dari pengelolaan bisnis dan memilih tinggal di pulau pribadi di kawasan Karibia.

Sore itu Ferdinan memamerkan sebuah senapan berburu yang besar dengan laras panjang dari merek sangat terkenal disertai alat bidik laser. Dengan bangga ia menceritakan bahwa senapan mahal itu merupakan jenis senjata berburu terbaik yang dapat membunuh babi bahkan gajah sekalipun dengan hanya satu tembakan. Konon senjata itu ia dapatkan sebagai buah tangan dari anaknya yang pulang dari negeri seberang. Dengan senjata besar itu Ferdinan dapat membidik sasaran yang sangat jauh tanpa perlu risau tembakannya akan meleset. Para pegawainya memberi banyak pujian. Sungguh sebuah senjata yang hebat.

Di tengah-tengah puja-puji kehebatan senjata berburu itu, Manuel si Penjaga datang mengahadap. Ia menaiki anak tangga secara terburu-buru dengan nafas terengah- engah. Melihat kejadian itu, Ferdinan yang bijaksana menyuruhnya duduk dan menawarkan secangkir teh wangi. Si Penjaga meminumnya dengan santun. Sejenak kemudian ia berkata, “mohon maaf Tuan, nyonya…., Sektor Empat diserang sekawanan besar babi. Tanaman gandum sebagian rusak…., mohon maaf…., jika berkenan Tuan bisa meneropongnya dari tempat ini…” Manuel menatap tuannya itu sembari tangannya menunjuk kepada senapan besar milik Ferdinan.

Ferdinan berdiri dengan wajah memerah. “Babi-babi sialan….”, gumamnya geram. Ia kemudian bangkit meraih senapan berburu kebanggaanya. Senjata itu diarahkan ke titik Sektor Empat sebagaimana dimaksud oleh Manuel si Penjaga. Dengan teropong canggih pada senapan itu Ferdinan dapat melihat kerusakan yang timbul. Bahkan beberapa ekor babi hutan masih ada disana. Spot warna merah dari berkas laser di senjatanya jelas mengarah tepat mengenai kepala babi terbesar. Kembali ia bergumam, “..hhhhh….babi…! Sial…., babi busuk sialan..!”

“Kau melihatnya sayang…? Kau bisa menembaknya dengan senapan itu. Dagingnya dapat dimakan Manuel dan keluarga para pekerja….” timpal istrinya dengan lembut.

“Benar tuan,….Nyonya benar sekali…” imbuh Manuel pelan.

Ferdinan menoleh serentak, menarik nafas panjang, “Aku tak mau suara senapan ini mengagetkan Ramirez,” uncapnya sambil meletakkan senapannya kembali ke atas meja. Ia kemudian terduduk dalam diam. Ruangan hening seketika.

Melihat kejadian itu, dengan tanpa komando Manuel membungkukkan badan memberi hormat lalu bergegas pergi. Ia memacu gerobaknya dengan kencang kembali ke Sektor Empat. Di pundaknya masih terselimpang senapan kaliber 4,5mm yakni jenis senjata yang biasa digunakan untuk berburu burung oleh para pekerja. Suasana balkon bertambah senyap. Satu per satu orang dekat dan pegawai Ferdinan pamit pergi; menyisakan sang Tuan dan istrinya beserta senapan berburu yang hebat milik mereka.

Perlahan hari beringsut ke malam. Ferdinan dan istri cantiknya menuju peraduan. Para pekerja kembali ke bilik-bilik peristirahatan. Melewatkan malam hingga fajar mengajak kembali kepada ritual keseharian. Di bilik peraduan Ferdinan duduk termenung di kursi panjang. Ia tak bisa terpejam. “Babi…, selalu saja babi…, babi busuk sialan…!” gumamnya dalam hati. Istrinya yang bijaksana bangkit dari tempat tidur, tersenyum, lalu menuju bar kecil di pojok ruangan. Dituangkannya sedikit minuman tequila dan disodorkan dengan lembut kepada suaminya. “Minumlah sedikit…, ini baik bagimu.” Ucapnya setengah berbisik.

Waktu serasa berhenti saat keduanya larut dalam dialog tanpa kata. Mencoba saling mengerti sisi pikiran masing-masing-masing. Dalam hening istrinya berbisik, “Kau tahu, aku sangat mengenalmu sebagai laki-laki yang baik. Dan senjatamu itu…., kau tahu maksudku…kau bisa menggunakannya sayang..”   Ferdinan tak menjawab. Tangannya membelai bahu istrinya. Perkebunan larut dalam ritual sunyi. Hembusan angin menyajikan irama keterasingan dari gesekan dedaunan di batang tebu. Sebelum tidur Ferdinan berdoa agar Tuhan memberkatinya dengan keuntungan dan kekuatan.

Di bagian lain di ujung Sektor Empat Manuel dan beberapa pekerja masih terjaga dalam resah. Sesekali mereka menggoyang boneka kayu yang diberi bunyi-bunyian untuk menakut-nakuti kawanan babi. Namun sepertinya babi-babi itu kian hari kian cerdas dan tak mudah ditipu. Mereka terus saja merusak lahan tebu dan gandum dengan tanpa rasa takut. Sepertinya mereka mengetahui bahwa para pekerja enggan berpatroli di larut malam sebab kobra dan semacamnya teramat banyak di kawasan perkebunan itu.

Esoknya mentari bersinar keemasan. Pagi yang sangat cerah. Suasana perkebunan dan ladang gandum kembali kepada keceriaan semula. Ferdinan masih tetap Tuan penerus dinasti Ayala. Manuel tidak pernah berhenti melapor, selalu tergopoh-gopoh. Babi hutan tak henti membuat kerusakan.

Pagi itu Ferdinan memilih melakukan sarapan pagi di dalam kamar. Pelayan menyajikan makanan di atas meja lonjong di dekat jendela. Sambil menikmati sarapan Ferdian dapat merasakan hembusan angin yang sejuk menerpa wajahnya. Aroma khas bunga tebu menyajikan makna keuntungan di benaknya. Keuntungan manis dari penguasaan pasar setiap tahun. Ia amat menyukai itu. Di sisi lain di atas meja panjang di dalam kamar Ferdianan terpajang senapan berburu laras panjang miliknya, lengkap dengan pembidik laser dan alat peredam.

Menjelang siang ia memulai aktivitas di ruang kerjanya yang luas. Di sana telah menunggu Nona Sanchez sekretarisnya. Sambil membuka lembar demi lembar halaman surat kabar, Ferdinan memberi isyarat agar perempuan paruh baya itu memberikan laporan dan agenda kegiatan yang harus dilakukan hari itu.

Dari tempat duduknya, Nona Sanchez mulai menyebutkan agenda penting secara detil. Sesekali Ferdinan mengangguk. Di akhir laporannya Nona Sanchez menyodorkan amplop besar berwarna kuning.

“Ini dari kantor gubernur…, dibawa kurir pagi ini Tuan…, penganugerahan bintang jasa untuk Tuan akan dilaksanakan minggu depan..”   Ferdinan tersenyum lebar, “terima kasih Nona Sanchez. Katakan kepada Ramirez bahwa ia tak perlu menyertaiku kali ini..” ucapnya kepada sang sekretaris.

“Satu lagi Tuan,…Maurinho putra Tuan Almeida akan kembali pekan ini. Sekarang ia sudah menjadi insinyur Tuan…”

“Baik nona Sanchez, kirim pesan untuk Almeida, katakan bahwa aku ikut senang…, dia sangat beruntung memiliki putra yang cerdas…”  Sanchez mengangguk lalu kembali ke ruang kerjanya. Ferdinan kemudian larut dengan kesibukkannya. Memeriksa beberapa catatan dan hal-hal rutin yang lain. Entah kenapa, ia seperti dihinggapi dua perasaan yang bertolak belakang setelah menerima laporan Nona Sanchez.  Ia merasa dihinggapi kebanggaan luar biasa dengan kabar anugerah bintang jasa untuknya. Bagaimana pun juga itu akan mengangkat status sosialnya menjadi setara dengan Mayor Jenderal Gustav Ortega sahabatnya di angkatan bersenjata. Status itu teramat berarti karena akan memberi dampak penting bagi kelangsungan bisnis dan nama keluarga besarnya.

Di sisi lain, ia merasa sedikit memiliki beban dengan kepulangan Maurinho. Ia sangat mengenal anak bungsu keluarga Almeida itu. Selain cerdas, Maurinho juga merupakan tipe anak muda yang bersemangat dan berpikiran maju. Tentu itu sangat baik bagi perusahaan. Lebih jauh lagi, ayahnya, Almeida adalah kepala mandor yang setia sekaligus sahabat karibnya sejak kecil. Persoalannya, ia merasa belum memiliki rencana apa pun untuk diberikan kepada Maurinho.

Demikian dua hal itu senantiasa mengisi ruang pikirnya setiap hari hingga saat penganugerahan bintang jasa yang dinanti itu datang. Ferdinan datang disertai oleh istrinya dengan perasaan yang sangat berbunga-bunga. Saat ramah tamah berlangsung, tanpa diduga ia bertemua Gustav Ortega sang jendral sahabat karibnya itu. Mereka segera larut dalam cengkrama. Mereka saling bertukar cerita sambil sesekali tertawa terbahak-bahak. Hari ini terasa sangat istimewa.

Keesokan harinya Ferdinan kembali ke rumah besarnya di perkebunan keluarga Ayala. Sambil memandang jauh ke luasnya lahan tebu, ia teringat kembali kepada penggalan ucapan sahabatnya Sang Mayor Jendral Gustav Ortega. Bagaimana pun juga, cerita Ortega tentang bagaimana taktiknya memperlakukan para penghambat kemajuan di kesatuannya menyesaki otaknya.

“Berikan mereka mainan dan ruang mewah sebab sejatinyanya mereka itu hanya mementingkan diri sendiri…, saat mereka bicara…, dengarlah…, tapi jangan pernah gunakan pertimbangannya. Biarkan hatimu tumbuh menjadi bijaksana…, lalu dapatkan kecepatan hanya dari orang-orang muda yang setia..!” demikian kata-kata sang jendral itu sangat mengusik kesadaranya.

“Beri mereka mainan…., beri mereka mainan…, buat mereka sibuk tapi jangan dengarkan…, jangan pernah dengarkan…!”

Benaknya seketika dipenuhi bayang wajah Ramirez, Maurinho, serta beberapa orang yang mengelilinginya setiap hari,  Pada saat yang sama, di teras rumah bercat putih di seberang rumah besar Ferdinan, Ramirez Oteiro duduk di kursi goyang, bersenandung kecil sambil membelai kucing Persia kesayangannya. Konon ia dulu adalah sahabat baik Ayala Senior. Ia telah mengabdi sebagai juru hitung di keluarga Ayala bahkan sebelum Ferdinan kecil lahir. Ia orang terpercaya dalam dinasti. Dengan pengetahuan dan kepercayaan itu ia selalu punya cara untuk merasa layak terus berhitung dan berencana untuk segalanya bagi keluarga Ayala. Ia menyebut dirinya sebagai bagian sejarah.

Saat seorang pelayan melintas di depannya, ia menukas, “Renata, kemarilah…, aku memerlukan bantuanmu…”

“Maaf Tuan…., saya Fernanda…, apa yang bisa saya bantu Tuan Oteiro..?” jawab sang pelayan.  Ramirez memberi isyarat agar sang pelayan mendekat. “Pergilah ke Nona Sanchez, katakan bahwa aku dan Hugo akan ke kota besok pagi. Aku memerlukan uang untuk kaca mata dan alat pendengaran yang baru…, aku tak lagi dapat melihat kecantikan dan mendengar suara kecil Ariana…., kau dengar Renata….?”

“Tentu.., Tuan Oteiro…, saya mendengarnya…, tuan berbicara keras sekali…, lagi pula saya ini Fernanda…” jawab si pelayan sedikit kesal sambil bergegas pergi meninggalkan Ramirez.

Ramirez kembali meluruskan kaki dan merebahkan bahunya ke sandaran kursi goyang kesukaannya. Keriput di dahi, gaya rambut serta kaca mata super tebal memang benar-benar membuat ia tampak seperti warisan sejarah. Satu-satunya kesenangan yang sangat ia nikmati pada saat seperti itu adalah membelai kelembutan bulu Ariana si kucing Persia miliknya.

Saat senja menjelang, Ferdinan tiba di rumah besarnya. Malam harinya ia mengadakan pesta, berbagi kegembiraan dengan semua pegawainya. Mereka larut dalam suka cita. Malam yang sangat istimewa, banyak puja puji, banyak makanan, banyak rasa senang.Di bagian lain perkebunan kesenangan lain berjalan dengan tak kalah marak. Kawanan babi berpesta pora seolah tak ingin terlewat dalam kegembiraan sang penerus dinasti Ayala. Mereka merusak lahan gandum dan tebu dalam skala yang melampaui kejadian-kejadian sebelumnya.

Keesokan harinya Ferdinan bangun disertai perasaan terberkati dengan kepuasan. Bahkan sangat puas. Di atas meja panjang di dalam kamarnya kini ia memiliki tambahan lambang kejayaan. Bintang jasa yang berbinar terasa cocok dengan senjata berburu laras panjang dengan pembidik laser berperedam pula. Ia merasa sangat jantan setiap kali memamerkan kedua benda itu kepada setiap orang. Demikian ia mengawal perasaan itu dengan cara istimewa, menyimpan keduanya di dalam tempat pajangan yang terkunci rapat.

Di gubuk kecilnya Manuel menikmati sarapan pagi. Sambil berseloroh ia menoleh kepada istrinya, “jika saja aku memiliki senjata sehebat senjata milik Tuan Ferdinan, akan kubawakan kau babi gemuk setiap hari, kita tidak akan kekurangan daging lagi…” ucapnya lirih.

Istrinya menoleh sambil tersenyum, lalu berbisik di telinga Manuel, “Manuel sayang, pergilah bekerja dengan baik, buat Tuan Ferdinan senang karena aku sudah sangat senang dengan dirimu yang sekarang…”

Manuel tersenyum, “terima kasih Donita Arona Manuel, aku sangat mencintaimu, mari kita berdoa semoga Tuhan memberkati kebun dan ladang Tuan Ayala agar hidup kita menjadi lebih benderang dan bahagia di masa depan”  ***

Plagiarism Triangle

 

Plagiarisme merupakan ragam dari academic misconduct yang sangat memperihatinkan. Perbuatan tercela itu dapat terjadi karena ketidaksengajaan, namun juga tidak jarang karena kesengajaan. Dari benyak kasus plagiarisme yang [terjadi di tempat dan dilakukan oleh orang] terkenal, dapat dikenali bahwa pemicu plagiarisme terdiri dari tiga elemen yang berkaitan satu sama lain.

Ketiga elemen dimaksud adalah, (i). mental koruptif, (ii). ekspektasi tak wajar dan ketidakmampuan membuat value proposition, serta (iii). sistem inovasi yang tidak kokoh.  Uraian selengkapnya dapat dibaca [atau diunduh] pada link di bawah ini, yang merupakan makalah saya pada Sarasehan Program Studi Agroteknologi UPN Veteran Yogyakarta pada tanggal 21 Desember 2011.

Makalah lengkap Plagiarism dan Karya Kita_Iwan Yahya_edited.

Sebagai tambahan perspektif untuk plagiarisme, saya sajikan link ke website Indiana University Bloomington School of Education sebagai berikut:

https://www.indiana.edu/~istd/

Situs tersebut menyajikan contoh yang baik tentang plagiarisme. Juga terdapat link untuk menguji wawasan pembaca dalam bentuk test.

Salam.

 

 

 

iARG Research Projects 2012

Dear Student,

Dengan senang hati saya informasikan skema riset berjalan untuk tahun 2012 sebagai berikut,

[1] Optimized iARG_Diffusorber: cakupan riset meliputi pengembangan model teoretik dan pengujian kinerja diffusorber

[2] iGDEX Tile and Panel Series: pemodelan teoretik dan analisis kinerja akustik, termal, dan mekanik

[3] Asymmetrical Acoustic Waveguide: Transfer matrix formulation and experimental approach

Notes:  Semua topik terbuka untuk mahasiswa tingkat master dan sarjana. Semua biaya riset ditanggung iARG. Mahasiswa berminat silahkan datang ke kantor saya untuk mendapatkan gambaran yang lebih detil.

Salam.

 

Porous Absorber Calculator, WinFLAG dan SoundFlow

Dear Student,

Bagi yang berminat dengan perancangan peredam, informasi berikut ini bermanfaat untuk kepentingan belajar dan berkreativitas Anda.

Porous Absorber Calculator:

Aplikasi ini dikembangkan berdasarkan materi yang tersaji di dalam Bab V buku Trevor J. Cox dan Peter D’Antonio: Acoustic Absorbers and Diffusers, Theory, Design,and Applications (Spon Press, 2004)*. Detilnya dapat Anda peroleh dari link berikut:

http://www.whealy.com/acoustics/Porous.html

WinFLAG dan SoundFlow:

Untuk kepentingan simulasi Anda dapat menggunakan WinFLAG yang dikembangkan oleh Morset Sound Development ataupun SoundFlow yang dikembangkan oleh AFMG. Keduanya merupakan aplikasi berbayar, namun juga terdapat versi trial yang dapat diunduh secara gratis. Coba link berikut untuk mendapatkan informasi lebih detil.

http://www.winflag.com/

http://www.nvo.com/winmls/winflag2/

http://soundflow.afmg.eu/

Untuk kepentingan pengujian dalam skala lab, bagi Anda yang memiliki minat yang serius terhadap bidang ini, dapat menghubungi saya. Sebagaimana yang telah saya kemukakan dalam posting yang lalu, Jurusan Fisika memiliki fasilitas pengujian yang sangat baik berupa teknologi terkini perangkat lunak Material Testing yang running pada Pulse V.16 dari Bruel&Kjaer dan dapat digunakan untuk pengujian serapan akustik maupun rugi transmisi (sound transmission loss).

Salam dan tetap semangat.

*: Versi elektronik dari buku ini dapat dilacak via EBOOKEE. Gunakan link yang telah saya sediakan di lajur kiri halaman blog ini.

 

Room EQ Wizard dari Home Theater Shack

Dear Student,

Bagi Anda yang memiliki minat yang besar terhadap room acoustics, maka saya memandang Room EQ Wizard (REW) dapat menjadi tool yang sangat bermanfaat bagi Anda. REW merupakan software yang dikembangkan oleh Home Theater Shack. Anda dapat mengunduhnya secara gratis, dengan terlebih dahulu melakukan registrasi, di laman web berikut:

http://www.hometheatershack.com/roomeq/#downloads

Adapun user guide untuk REW V5  dalam bentuk pdf maupun zip tidak dapat saya disediakan di blog ini karena kendala kapasitas. Namun Anda dapat memperolehnya melalui jalur pribadi. Dont hesitate to get in touch.

Selamat bereksplorasi.

Salam.

DigInfo TV: Video Sains Menarik dari Tokyo

Dear Student,

Semoga bermanfaat sebagai pembuka cakrawala, saya menyarankan Anda untuk menyempatkan surfing pada halaman web DigInfo TV yang memuat banyak sekali ragam inovasi dan teknologi karya anak bangsa Jepang.  Sangat menginspirasi. Link-nya saya sediakan pada lajur kiri halaman blog ini, atau Anda dapat klik dari sini.

Semoga bermanfaat.

 

[Kuliah Akustik 2011]: Tugas dan Tanya Jawab

Dear Student,

Sebagaimana yang berlaku di Kelas Gelombang, kita akan memanfaatkan forum ini sebagai fasilitas untuk kita berdiskusi hal-hal yang berkait dengan perkuliahan Fisika Akustik dengan ketentuan dan tata cara yang sama dengan ketentuan dalam perkuliahan Gelombang.

Salam.

————————————————————————————-

Update 7 September 2011: Tugas #1. Blog Posting Kebisingan

Topik bebas meliputi segala aspek yang berkait dengan kebisingan. Ulasan dapat meliputi definisi dan aspek fisika kebisingan, noise and man, pengukuran bising, kontrol bising, traffic noise, dosimetri, dan lain-lain. Sajikan dalam gaya tulisan ilmiah populer. Disamping itu Anda wajib menyediakan file yang dapat diunduh dari tulisan Anda baik dalam bentuk *.pdf maupun *.doc, *.docx, atau *.ppt. Tenggat untuk posting adalah 19 September 2011. Oleh karena itu pastikan bahwa Anda telah memberikan konfirmasi sebelum tanggal tersebut.

Salam dan tetap semangat.

[Kuliah Gelombang 2011]: Tugas & Tanya Jawab

Dear Student,

Kita akan memanfaatkan forum ini sebagai ruang tanya jawab hal-hal yang berkait dengan perkuliahan Gelombang. Saya berharap bahwa dengan cara ini kita dapat memperkaya khasanah perkuliahan kita,tidak saja dalam perspektif teoretik, namun juga dapat menyentuh sisi-sisi terapan dari materi perkuliahan.

Pertanyaan di forum ini sebagian akan saya jawab di forum ini juga dan sebagian lagi saat tatap muka di kelas. Oleh karena itu, diharapkan agar Anda dapat mengajukan pertanyaan setidaknya sehari sebelum jadwal perkuliahan.

Tugas #1: Blog Posting Tema Ayunan

Sesuai kesepakatan, Due date untuk posting yang berkait dengan konsep Ayunan adalah 5 September 2011. Tanggal tersebut adalah batas terakhir penerimaan tugas dalam pengertian telah terdapat link dari forum ini ke blog masing-masing mahasiswa. Oleh karena itu pastikan untuk memberikan konfirmasi ke iwanyy@yahoo.com dengan memberikan link ke blog Anda. Saya kemudian akan memberikan komentar ke alamat email Anda. Tugas dinyatakan diterima manakala link ke posting Anda telah aktif dari forum ini.

Salam dan tetap semangat.

Al Quran dan Sains Modern

Dear All,

Saya percaya bahwa sejawat semua telah banyak membaca buku yang mengupas persoalan kandungan Al Quran dan relevansinya menurut perspektif sains moderen. Buku-buku semacam itu mudah diperoleh di toko buku. Salah satu yang menjadi national best seller adalah Ayat-ayat Semesta karya fisikawan teoretik Indonesia Dr. Agus Purwanto. Sebuah buku lain karya Dr. Zakir Naik dari Islamic Research Foundation saya sajikan disini. Semoga dapat memperkaya khasanah kita semua.

Bentuk pdf dari buku itu dapat di-download disini.

Salam.

Archives

Acoustics Links

NiceLink

Physics Links

Sciences & Innovation

Recent Posts

Categories

Recent Comments

 

January 2012
M T W T F S S
« Dec    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Popular Posts

Recent Comments

Links

Meta